Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah


Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bksdasul/public_html/xsetup/koneksi.php on line 8
Slide Taman Wisata Alam Wera
Slide Habitat Maleo di Desa Taima
Slide
Slide Danau Poso
Slide


Kawasan Konservasi BKSDA Sulawesi Tengah

23 Juni 2015

Berdasarkan  Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan dan klasifikasinya, sebagai berikut :

  1. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Pemerintah menetapkan hutan berdasarkan fungsi pokok atas : Hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.
  2. Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. terdiri dari :
    1. Kawasan hutan suaka alam
    2. Kawasan hutan pelestarian alam
    3. Taman Buru

 Menurut Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kita mengenal mengenai kawasan konservasi dan klasifikasinya sebagai berikut :

  1. Kawasan Suaka Alam (KSA) adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan, yang mencakup : Cagar Alam (CA), Suaka Margasatwa (SM)
  2. Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun diperairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, yang mencakup : Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA) dan Taman Hutan Raya (Tahura)

 

Cagar Alam

 Kawasan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

No

Nama Kawasan

Luas (Ha)

Lokasi

SK Penetapan

Fungsi

Seksi Konservasi Wilayah I Pangi

1.

CA. Pangi Binangga

6.000

Parimo

SK. MENHUTBUN

No. 339/Kpts-II/1998 tanggal 21 April 1998

Habitat Anoa, Babirusa, Rangkong, Kayu Hitam (Eboni)

2.

CA. Gn. Tinombala

37.106,12

Parimo, Buol, Toli-toli

SK. MENHUTBUN

No. 339/Kpts-II/1999 tanggal 24 Mei 1999

Habitat Anoa, Babirusa, Kayu Hitam (Eboni)

3.

CA. Gn. Sojol

64.448,71

Toli-toli, Parimo, Donggala

SK. MENHUTBUN

No. 354/Kpts-II/1999 tanggal 21 Mei 1999

Habitat Anoa, Babirusa, Kayu Hitam (Eboni)

4.

CA. Gn. Dako

19.590,2

Toli-toli, Buol

SK. MENHUT

No. 238/Kpts-II/1999 tanggal 27 April 1999

Habitat Anoa, Babirusa, Kayu Hitam (Eboni)

Seksi Konservasi Wilayah II Poso

5.

CA. Pamona

25.967,39

Poso

SK, MENHUTBUN No.  757/Kpts/II/1999

tanggal  23 September 1999

Habitat Anoa, Rangkong

6.

CA. Tanjung Api

4.246

Tojo Unauna

SK MENTAN

No. 91/Kpts-II/1977 tanggal 21 Februari 1977

Habitat Anoa

7.

CA. Morowali

209.400

Morowali, Tojo Unauna

SK. MENHUTBUN No. 237/Kpts-II/1999

tanggal 27 April 1999

Habitat Maleo, Anoa, Babirusa, Penyu, Rangkong

8.

CA. Pati-Pati

3.103,79

Banggai

SK MENHUT

No. 239/Kpts-II/1999 tanggal 27 April 1999

Habitat Anoa, Babirusa

  

Suaka Margasatwa

 

Kawasan suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

 

No

Nama Kawasan

Luas (Ha)

Lokasi

SK Penetapan

Fungsi

Seksi Konservasi Wilayah I Pangi

1.

SM. Tj. Santigi

1.502

Donggala

SK. MENHUT

NO. 99/MENHUT-II/2005 tanggal 15 April 2005

Habitat penyu

2.

SM. P. Dolangon

462,50

Toli-toli

SK. MENTAN

NO. 441/Kpts/Um/5/1981 tanggal 21 Mei 1981

Habitat penyu

3.

SM. Pinjan Tj. Matop

1.612,5

Toli-toli

SK. MENTAN

NO. 445/Kpts/Um/5/1981 tanggal 21 Mei 1981

Habitat Maleo, penyu

4.

SM. P. Pasoso

200

Donggala

SK. MENHUTBUN

NO. 757/Kpts-II/1999 tanggal 27 Mei 1999

Habitat penyu

Seksi Konservasi Wilayah II Poso

5.

SM. Lombuyan

3.069

Banggai

SK. MENHUT

No. 124/Kpts-II/1999 tanggal 5 Maret 1999

Habitat Anoa

6.

SM. Bakiriang

12.500

Banggai

SK. MENHUTBUN

No. 398/Kpts-II/1998 tanggal 21 April 1998

Habitat Maleo

 

Taman Wisata Alam

Kawasan pelestari alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Dalam Taman Wisata Alam dapat dilakukan kegiatan yang menunjang wisata alam seperti pembangunan sarana prasarana yang mampu menarik minat wisatawan. 

No

Nama Kawasan

Luas (Ha)

Lokasi

SK Penetapan

Fungsi

Seksi Konservasi Wilayah I Pangi

1.

TWA Wera

250

Sigi

SK. MENTAN

NO. 843/Kpts/Um/II/1980

tanggal 25 November 1980

Sarana rekreasi

Seksi Konservasi Wilayah II Poso

2.

TWA Bancae

5.000

Poso

SK. MENHUTBUN

No. 272/Kpts-II/1999

 tanggal 7 Mei 1999

Habitat Rangkong, Anggrek Hutan, Sarana rekreasi

 

Taman Buru

Taman Buru merupakan salah satu bentuk kawasan pelestarian yang dapat dimanfaatkan potensinya untuk perburuan satwa buru. Satwa buru merupakan sebagian sumber daya alam yang tidak ternilai harganya, sehingga perlu dijaga agar tidak punah karena adanya kegiatan perburuan. Terdapat 1 kawasan taman buru di Sulawesi tengah yang berlokasi di Tomata, Morowali utara (Seksi Konservasi wilayah II Poso). Sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan nomor : 397/kpts – II /1998 tanggal 21 April 1998, Kawasan Taman Buru Landusa Tomata telah ditetapkan seluas ± 5.000 Ha. Taman Buru Landusa Tomata diperuntukan bagi habitat satwa rusa ( Cervus timorensis ) beserta satwa lainnya.

Manfaat Hutan Konservasi

Manfaat Langsung

1. Sebagai sumber bahan bakar

Masyarakat yang tinggal disekitar kawasan hutan biasanya memanfaatkan kayu bakar untuk keperluan memasak. Kayu bakar merupakan pengganti bahan bakar yang relative murah, apabila dibandingkan dengan minyak tanah, batu bara, atau bahan bakar lain yang memerlukan biaya lebih besar.

2.Menyediakan bahan bangunan

Untuk membangun rumah sebagian besar kebutuhan bangunan diambil dari hutan

3. Menyediakan kebutuhan pangan

Banyak jenis tanaman di hutan yang menjadi sumber makanan bagi manusia misalnya berupa buah-buahan, biji-bijian, umbi-umbian, serta berupa daun-daunan.

4. Sumber obat-obatan tradisional

Beberapa jenis tumbuh-tumbuhan hutan merupakan ramuan obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit

5. Sebagai tempat penelitian dan pendidikan

Hutan memiliki kekayaan flora dan fauna sehingga menarik untuk diteliti. Sudah banyak disiplin ilmu baru lahir dari hasil penelitian dan begitu banyak putra putri yang meraih gelar karena melakukan penelitian di hutan.

Manfaat Tidak Langsung

1. Penghasil udara segar

Hutan merupakan paru-paru dunia. Tumbuhan melakukan proses fotosintesis menghasilkan oksigen yang merupakan kebutuhan dasar mahluk hidup.

2. Sebagai daerah tangkapan air

Air hujan di daerah yang ditumbuhi oleh pohon-pohon tidak akan langsung mengalir ke sungai karena tertahan oleh ranting-ranting yang jatuh, daun yang sudah gugur, dan akar-akar pohon. Air yang tertahan ini selain diserap oleh tumbuh-tumbuhan juga meresap ke dalam tanah dan menjadi sumber air tanah

3. Penahan erosi (banjir)

Hutan berfungsi sebagai daerah tangkapan air, maka saat hujan air tidak akan langsung mengalir ke daerah dataran rendah (sungai). Apabila hujan deras, maka luapan airnya tidak sama dibanding dengan daerah yang tidak ada pohonnya (daerah tandus). Akibat banjir sering merugikan manusia seperti terjadinya erosi tanah pada daerah pinggiran sungai, rusaknya sawah, ladang, dan rumah penduduk

4.Menahan tanah longsor

Daerah yang masih ditumbuhi pohon-pohon jarang terjadi longsor, tetapi sebaliknya daerah-daerah yang gundul sering terjadi tanah longsor terutama pada musim hujan. 

5. Sebagai sumber pendapatan negara (devisa)

Negara banyak menghasilkan pendapatan (uang) melalui pemanfaatan hasil hutan seperti kayu, rotan, dammar, madu, maupun kekayaan hutan lainnya.

6. Sebagai objek wisata

Dalam pemanfaatan hutan selain kita dapat mengolah hasil-hasil yang ada di dalamya, hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Banyak orang senang melakukan petualangan wisata hutan melalui pendakian serta mengamati satwa yang ada di dalamnya. Kunjungan wisata baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan manca Negara banyak memberikan pendapatan bagi Negara.

 

Oleh : AA. Indra Sanjaya, A.Md (Pranata Komputer Pelaksana)