Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah


Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bksdasul/public_html/xsetup/koneksi.php on line 8
Slide Taman Wisata Alam Wera
Slide Habitat Maleo di Desa Taima
Slide
Slide Danau Poso
Slide


CAGAR ALAM TANJUNG API

PROVINSI SULAWESI TENGAH

 

1. Nama Kawasan : CAGAR ALAM TANJUNG API

 

2. Pengelola Kawasan :

-     Resort VI Ampana di Kota Ampana

-     Seksi Konservasi Wilayah II - Poso

-     Balai konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tengah

 

3. SK Penunjukan/penetapan :

Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 91/Kpts-II/1977 tanggal 21 Februari 1977 tentang Penetapan Kompleks Hutan Tanjung Api, Daerah Tingkat II Poso, Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah sebagai Cagar Alam.

 

4. Luas (Ha) : 4.246 Ha

 

5. Letak administratif,  Letak Geografis dan Batas  wilayah :

 

Administratif : Secara administratif, kawasan CA Tanjung Api terletak di Kecamatan Ampana Kota dan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una Una.

 

Geografis        :  Secara geografis terletak antara 0053’ sampai dengan 0058’ Lintang Selatan (LS) dan antara 12135’ sampai dengan 1210 37’ Bujur Timur (BT).

 

Batas-batas kawasan adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Barat     : Teluk Tomini
  • Sebelah Timur     : Teluk Tomini
  • Sebelah Utara     : Teluk Tomini
  • Sebelah Selatan   : Desa Labuan, Kelurahan Dondo, Desa  Pusungi, Desa Tete A dan Desa Tete B.

 

6. Sejarah Kawasan :

  • Ditetapkan sebagai kawasan hutan Tanjung Api berdasarkan Zelf Bestuur Bosluit tanggal 21 Mei 1941 yang disyahkan oleh Residen Manado tanggal 5 Juli 1941 No.15/516
  • Berita acara tata batas tanggal 10 April 1971 bahwa ditunjuk sebagai kawasan hutan tanjung api.
  • Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 91/Kpts-II/1977 tanggal 21 Februari 1977 tentang Penetapan Kompleks Hutan Tanjung Api, Daerah Tingkat II Poso, Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah sebagai Cagar Alam.

 

7. Topografi :

Berdasarkan peta geologi Provinsi Sulawesi Tengah 1986            1: 500.000, pada umumnya keadaan topografi CA Tj. Api datar sampai bergelombang  dengan puncak tertinggi ± 482 m di atas permukaan laut (0 – 482 mdpl) dan merupakan daerah cekungan.

 

8. Tanah dan Geologi :

Jenis tanah yang terdapat di CA Tanjung Api yaitu jenis tanah aluvial, sedangkan bahan induk penyusun berupa batuan karang.

 

9. Hidrologi :

Kawasan CA Tanjung Api selain mempunyai fungsi utama sebagai tempat perlindungan flora dan fauna endemik Sulawesi, juga mempunyai fungsi lain yakni fungsi hidrologis bagi daerah sekitarnya dan merupakan sumber air minum yang utama bagi penduduk Desa Labuan, Dondo dan sebagian Desa Pusungi.

Air yang mengalir dari cagar alam ini mengalir dalam tanah melewati sebuah goa di dalam kawasan dan muncul sebagai mata air di sepanjang Pantai Labuan.

 

10. Iklim :

Menurut klasifikasi iklim dari Schmidt dan Ferguson, CA Tanjung Api mempunyai tipe iklim A.

Angin musim barat berlangsung dari Bulan Desember sampai dengan Bulan Maret, sedangkan angin musim timur bertiup dari Bulan Juli sampai dengan Bulan September. Musim-musim angin peralihan terjadi pada Bulan April sampai dengan Bulan Juni dan Bulan Oktober sampai dengan November.

 

11. Tipe ekosistem :

-       Ekosistem hutan mangrove

-       Ekosistem hutan hujan dataran rendah

 

12. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat setempat :

Menurut data administrasi pemerintahan Kabupaten Tojo-Una-una dan berdasarkan peta rupabumi bahwa desa yang berada diluar kawasan tetapi berbatasan langsung dengan kawasan ada 4 (empat) Desa yaitu Desa Labuan, Desa Pusungi, Desa Tete A dan Desa Tete B.

 

13. Potensi Fauna :

Tabel. Jenis mamalia dan aves yang berada di CA Tanjung Api

No

Nama Indonesia/ Lokal

Nama Ilmiah

Status

IUCN

Status

CITES

Status

Di Lindungi

1.

 

2

 

3

 

4

 

5

 

6

 

7

 

8

 

9

 

10

 

11

 

12

 

13

 

14

 

15

 

16

Anoa dataran rendah

Babirusa

 

Musang coklat sulawesi

 

Monyet hitam sulawesi

Babi Hutan

 

Tikus pohon

 

Kelelawar

 

Nuri sulawesi

 

Rangkong

 

Gosong kelam

 

Kum-kum

 

Tekukur

 

Ayam hutan

 

Elang ular sulawesi

Serindit Paruh merah

Bubut Alang-alang

 

(Bubalus depressicornis)

(Babyrousa babirussa)

 

Macrogalidea musschenbrockii)

(Macaca tonkeana)

 

(Sus Crova)

 

(Pogonomys sp)

 

(Pteropus sp)

 

(Tanygnathus sp)

 

(Panelopides exarhattus)

(Megapodius freycinet)

(Ducula bicolor)

 

(Streptophelia chinensis)

(Gallus-gallus)

 

(Spilornis rufipectus).

(Loriculus exilis)

 

(Centropus bengalensis)

-

 

VU

 

VU

 

EN

 

-

 

-

 

-

 

-

 

VU

 

VU

 

-

 

-

 

-

 

-

 

-

 

-

App I

 

App I

 

-

 

App II

 

-

 

-

 

-

 

App I

 

App I

 

-

 

-

 

-

 

-

 

-

 

App II

 

-

 

V

 

V

 

V

 

V

 

-

 

-

 

 

 

 

 

 

-

 

-

 

-

 

-

 

 

-

 

 

14. Potensi Flora :

Flora yang ada di CA Tanjung Api yaitu Pangi (Pangium edule), Kayu bayam (Instia bijuga), Siuri (Koorderisiodendron pinnatum), Palapi (Heritiera sp.), dan lain-lain.

 

No.

NAMA LOKAL

NAMA ILMIAH

1

2

3

1

Burango

-

2

Tawa

-

3

Terkuku merah

-

4

Terkuku putih

-

5

Kanau

Arenga pinnata (Wumb)

6

Sulsulan

Adinandra sp

7

Damar

Agathis sp

8

Kau balo

Aglaia spectabilis

9

Sengon

Albizia falcataria

10

Moniu

Alstonia scholaris

11

Anga

Antidesma sp

12

Harao

Areca vestiaria

13

Harao puha

Areca vestuaria

14

Kanau

Arenga pinnata

15

Kompanga

Baccaurea tetandra

16

Kaika

-

17

Kakadue

Caladium sp

18

Jambu

Calamus sp

19

Andolia

Cananga odorata

20

Numpi

Canarium commune

21

Hakaha

Canarium sp

22

Kaninowaleh

Cinnamomum sp

23

Mbalaha

Cinnamomum sp

24

Lie

Cratoxyllum

25

Apuni

Cythea borneensis Copel

26

Onde

Dendrocnida sp

27

Kaninwalehu

Diosphyros pilosanthera

28

Dao

Dracontomelon dao

29

Binuang Laki

Duabanga mollucana

30

Uru

Elmiriilia ovalis

31

Leda

Eucalyptus sp

32

Leto

Evodia latifolia

33

Beringin

Ficus benjamina L.

34

Wantahe

Ficus sp

35

Mbalaha

Ficus subulata BI.

36

Katindi

Garcinia sp

37

Kayu kambing

Garuga floribunda

38

Hikule

Geunsia sp

39

Rengas

Gluta rengas

40

Kau kappa

Ilex sp

41

Kayu besi

Intsia bijuga

42

Langsat hutan

Lansium sp

43

Jelatang

Laportea sp

44

Eboni

Lithocarpus celebicum

45

Pasang

Lithocarpus celebicum

46

Mampa

Litsea formanii Kosterm

47

Wose

Litsea sp

48

Marantaipa

Mangifera indica

49

Polouk

Mystia impperassa

50

Lelue

Nenauclea gracilis

51

Nyatoh

Palaqium obovatum

52

Kabombong

Pandanus sp

53

Popega

Phoebe sp

54

Kau Werani

Pilea sp

55

Hibaku

Piper aduncum

56

Bolupase

Piper sp

57

Nanga

Piper sp

58

Kume

Planchonella moluccana

59

Bayur

Pterospermum cellebicum

60

Marampule

Santria sp

61

Dali-dali

Sauraria sp

62

Bontong

Semecarpus forstenii

63

Lelati

Syzgnium malacensis

64

Anyamon

Syzigium sp

65

Ketapang

Terminalia celebica

66

Kolombio

Timonius sp

67

 

Viburnum sp

 

15. Potensi dan Kegiatan Wisata Alam : -

 

16. Atraksi sosial budaya :

Masyarakat desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Ampana Kota dan Ampana Tete pada umumnya merupakan masyarakat yang heterogen, yang terdiri dari Suku Gorontalo, Suku Bajo, Suku Bare’e, dan Suku Ta’a (suku asli). Selain etnisnya yang beraneka ragam, masyarakat kedua kecamatan tersebut mempunyai kepercayaan yang berbeda-beda tetapi pada umumnya memeluk Agama Islam, Protestan, Khatolik, Hindu, dan Budha.

Pertumbuhan kebudayaan di Kecamatan Ampana sangat lamban karena penduduknya terdiri dari beberapa suku yang jumlah warganya hampir sama sehingga budaya masing-masing suku tumbuh bersamaan dengan budaya suku lain secara damai. Dengan demikian tidak ada budaya yang lebih diunggulkan sebagai ciri khas budaya Kecamatan Ampana.

 

17. Aksesibilitas :

 

Secara umum untuk mencapai CA Tanjung Api dapat ditempuh dengan perhubungan darat dan perhubungan udara (sampai daerah tertentu dengan beberapa alternatif, yakni: Apabila menggunakan perhubungan darat dapat ditempuh dengan kendaraan umum (bus) atau kendaraan pribadi yang memerlukan waktu sekitar ± 12 jam, dengan rincian sebagai berikut:

 

  • Palu – Poso dengan jarak 221 km memerlukan waktu sekitar ± 6 jam.
  • Poso – Ampana dengan jarak 157 km memerlukan waktu sekitar ± 5 jam.
  • Ampana – Sumber Api Alam dengan jarak kurang lebih 12 km memerlukan waktu sekitar ± 3 jam (jalan kaki memasuki kawasan) atau naik kapal motor (kurang lebih 45 menit).

 

Perhubungan udara (pesawat) dapat melalui jalur Palu – Luwuk ditempuh dalam waktu sekitar ± 55 menit, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan perhubungan darat dari Luwuk – Ampana dengan jarak kurang lebih 200 km yang dapat ditempuh dalam waktu 6 jam.

 

18. Penataan Blok : -

 

19. Rencana Pengelolaan :

Rencana Pengelolaan Cagar Alam Tanjung Api Periode 1 April 1996 s/d. 31 Maret 2021 Kabupaten Dati II Poso Propinsi Dati I Sulawesi Tengah.

 

20. Desain Tapak pada Zona/Blok Pemanfaatan : -

 

21. Jalur Interpretasi Wisata Alam : -

 

22. Paket Wisata : -

 

23. Potensi gangguan kawasan :

 

Potensi sumber daya hutan yang cukup tinggi merupakan alasan bertumpunya beberapa kepentingan memanfaatkan kawasan menjadi salah satu pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitar kawasan CA Tanjung Api.

 

Potensi gua yang terdapat di dalam kawasan menjadikan sumber mata air bagi kebutuhan air bagi masyarakat. Ada terdapat beberapa gua yang menyimpan resapan air sehingga meresap secara alami ke dalam tanah sampai ke masyarakat. Oleh karena itulah masyarakat banyak menggunakan sumur di setiap rumah mereka untuk kebutuhan air minum, mandi, dan sebagainya. Dampak yang sangat dirasakan yaitu apabila volume air berkurang yang mengakibatkan sumur-sumur mereka menjadi kering, ini disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan dan apabila terjadi pengrusakan hutan di dalam kawasan.

 

Masyarakat di sekitar kawasan (daerah penyangga) juga mengambil kayu bakar, damar, dan rotan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Sebagian ada juga yang menjadikan kawasan sebagai tempat penggembalaan ternak sapi bagi pemiliknya.

 

Mengingat pentinya sumber daya hutan  terutama potensi dirasakan dijaga oleh masyarakat sekitar sehingga potensi gangguan relatif kecil.

 

24. Alamat kantor :

-     Resort VI Ampana

Jln. Tanjung Api Desa Labuan Kec. Ampana Kota Kab. Tojo Unauna

-     Seksi Konservasi Wilayah II – Poso

Jln. Trans Sulawesi No. 87 Desa Tagolu Kec. Lage Kabupaten Poso 94661 Telp. -

-     BalaiKonservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tengah

Jln. Prof. Moh. Yamin No. 19 Palu Telp./ Fax. (0451)-481106

 

25. Branding dan Maskot Kawasan :

  • Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis),
  • Babirusa (Babyrousa babyrussa),
  • Sumber Api Alam.

...

Continue Reading »

  • simpan ya

    ...

    Continue Reading »