Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah


Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bksdasul/public_html/xsetup/koneksi.php on line 8
Slide Taman Wisata Alam Wera
Slide Habitat Maleo di Desa Taima
Slide
Slide Danau Poso
Slide


Pendidikan Lingkungan Bagi Pelajar di Suaka Margasatwa Pulau Pasoso

14 Februari 2014

Balai KSDA Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Pendidikan Lingkungan bagi Pelajar di Suaka Margasatwa Pulau Pasoso tepatnya untuk sasaran pelajar SLTP Yayasan Pendidikan Tanjung Balaesang di Desa Ketong, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Desa Ketong merupakan daerah pemukiman terdekat dengan Suaka Margasatwa Pulau Pasoso. Kegiatan ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) pelajar kelas VII dan VIII SLTP Yayasan Pendidikan Tanjung Balaesang.

 

Kegiatan pendidikan lingkungan ini dibuka langsung oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangi, Ir. Periskila Sampeliling dan dihadiri oleh Kepala Desa Ketong dan para guru SLTP Yayasan Pendidikan Tanjung Balaesang.

 

Adapun tujuan dari kegiatan pendidikan konservasi ini adalah memberikan pengetahuan tentang konservasi sumberdaya alam, meningkatkan kesadaran peserta di bidang konservasi sumberdaya alam dalam rangka mewujudkan peran serta, tanggung jawab, dan perhatian yang lebih besar terhadap kegiatan-kegiatan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

 

Selain itu tujuan kegiatan ini juga untuk memotivasi dan mendorong pelajar sebagai generasi muda sehingga mampu membawa perubahan terhadap tingkah laku, sikap, dan cara berpikir ke arah yang lebih positif mengenai kegiatan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya serta mau berperan aktif di dalamnya. Di masa depan, pelajar masa kini juga diharapkan dapat menjadi motivator dan dinamisator konservasi di tengah masyarakat, serta menyampaikan informasi dan pesan–pesan konservasi yang benar kepada masyarakat.

 

Metode yang digunakan secara tatap muka (langsung) melalui:

  1. Pemberian penjelasan atau paparan dengan membagikan materi tentang lingkungan hidup, ekosistem, Suaka Margasatwa Pulau Pasoso, kawasan konsevasi lainnya yang dikelola oleh Balai KSDA Sulawesi Tengah, jenis-jenis satwa dan tumbuhan dilindungi, konservasi, serta tata cara menanam.

 

Materi disampaikan melalui bahasa lisan maupun tulisan dengan menggunakan alat bantu pengajaran atau alat peraga berupa slide, buku, leaflet, poster, gambar, puzzle, dan lain-lain. Kepada para pelajar juga diberikan kesempatan untuk tanya jawab mengenai materi yang diberikan.

 

Pada umumnya pelajar sudah mengetahui tentang ekosistem terutama ekosistem laut dan pantai, karena ekosistem tersebut merupakan bagian dari lingkungan yang ada di tempat tinggal mereka. Sehingga yang perlu dijelaskan lebih mendalam mengenai ekosistem hutan, pegunungan, danau, dan padang rumput.

 

Materi siklus dalam ekosistem seperti rantai makanan, jaring-jaringan makanan, piramida makanan, dan siklus daur air sebenarnya materi tersebut sudah dibahas dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), namun para pelajar belum memahami secara lengkap konsep materi ini terutama mengenai daur energi dalam ekosistem, sehingga perlu dilakukan review (menjelaskan kembali) materi-materi tersebut dalam kegiatan pendidikan lingkungan ini.

 

Para pelajar sudah mengetahui dan memahami bentuk pengamplikasiaan peduli lingkungan dalam kegiatan sehari-hari sebagai pelajar di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat seperti: menggunakan air dan listrik secara bijaksana, membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang sampah organik dan an organik, menanam pohon dan memeliharanya, serta tidak boleh menebang pohon dan berburu satwa yang dilindungi.

 

2.  Diskusi interaktif dengan pelajar dan pengemukaan pendapat. Diskusi tersebut diadakan dengan tujuan:

 

a. Sebagai sarana untuk bertukar pikiran, pandangan, pengetahuan, dan prakarsa.

b. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengemukakan pendapat secara objektif dan sistematis dalam suatu kelompok.

c. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam menyerap dan memahami pikiran atau pendapat orang lain.

d. Meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan semangat kerjasama dalam rangka menyebarluaskan informasi.

 

Pelajar di dalam sesi diskusi banyak menanyakan perihal kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam kawasan Suaka Margasatwa Pulau Pasoso serta apa yang dapat dilakukan oleh pelajar berpartisipasi dalam kegiatan konservasi kawasan konservasi khususnya Suaka Margasatwa Pulau Pasoso.

 

 3. Menuangkan kondisi lingkungan secara visualisasi dalam bentuk gambar;

 

Metode visualisasi kondisi lingkungan dalam bentuk gambar merupakan metode untuk membuat pelajar dapat melihat kondisi lingkungan di sekitarnya dan mampu menjelaskannya dalam bentuk visual, selain itu untuk memberikan stimulant (rangsangan) daya kreativitas pelajar dalam mengemukakan pendapat.

 

4. Permainan menyusun puzzle, menyusun 5 (lima) bujur sangkar, dan permainan lainnya.

 

Metode games (permainan) sangat tepat untuk sasaran tingkatan usia dini. Pada saat sesi permainan seluruh pelajar bersemangat mengikuti setiap permainan, yaitu menyusun puzzle seri ekosistem, lingkungan, dan jenis-jenis satwa dan tumbuhan dilindungi; menyusun 5 (lima) bujur sangkar; dan berbagai jenis permainan untuk menumbuhkan kekompakan dan keakraban diantara pelajar.

 

Permainan menysun puzzle dilanjutkan dengan membahas dan menganalisa isi gambar yang terdapat pada puzzle sehingga pelajar tidak hanya mengetahui tetapi sampai pada tingkat memahami.

 

Pengenalan jenis-jenis satwa dan tumbuhan dilindungi tidak hanya terbatas jenis-jenis yang ada di Suaka Margasatwa Pulau Pasoso, tetapi seluruh jenis-jenis tumbuhan dan satwa berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 dan PP No. 17 Tahun 1999.

 

Permainan menyusun 5 (lima) bujur sangkar tujuannya untuk menumbuhkan rasa peka terhadap apa yang dibutuhkan, sikap terbuka terhadap orang lain, mengenal dan mengakui kesulitan orang lain atau mau membantu, harus sadar dan bersedia mengakui kemampuan orang lain, setiap orang harus dapat memahami bagaimana arah penyelesaian, setiap orang harus mengerti masalah yang dihadapi, ada komunikasi timbal balik diantara anggota, serta adanya kordinasi. Dalam permainan menyusun 5 (lima) bujur sangkar semua pelajar mengikutinya dengan antusias dan bersemangat karena permainan ini masih baru bagi mereka.

 

5. Reward (pemberian penghargaan atau hadiah) kepada kelompok yang dapat meyelesaikan permainan dengan benar dan cepat.

 

Metode ini untuk merangsang pelajar untuk lebih aktif dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pendidikan lingkungan;

 

6. Praktek lapangan kegiatan penanaman di lingkungan sekolah.

 

Praktek lapangan diadakan dengan tujuan agar para pelajar dapat langsung mempraktekkan atau menerapkan kegiatan-kegiatan di bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya serta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelajar.

Kegiatan penanaman dilaksanakan di lingkungan sekolah SLTP Yayasan Pendidikan Tanjung Balaesang. Jenis-jenis bibit yang ditanam diantaranya Mangga, Rambutan, Durian, Tanjung, Nantu, dan Palapi. Pelajar tidak hanya belajar menanam tetapi juga belajar pengenalan jenis-jenis tanaman multifungsi yang ditanamnya.

 

Antusiasme pelajar dan para guru sangat tinggi dalam kegiatan Pendidikan Lingkungan bagi Pelajar di Suaka Margasatwa Pulau Pasoso Kabupaten Donggala yang dapat dilihat dari maraknya diskusi dan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Bahkan ada pelajar setelah mengikuti kegiatan ini bertekad akan menanam pohon, hemat listrik, hemat air, dan ingin terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan konservasi sumberdaya alam hayati. Mudah-mudahan tidak hanya menjadi wacana tetapi menjadi tindakan nyata.

 

(Poppy Oktadiyani, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Muda)