Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah

Slide Taman Wisata Alam Wera
Slide Habitat Maleo di Desa Taima
Slide
Slide Danau Poso
Slide


SUAKA MARGASATWA LOMBUYAN

 

 

Profil Kawasan SM Lombuyan

A.  Potensi Fisik

1. Letak, Luas, dan Batas Kawasan

Secara geografis SM Lombuyan yang terpisah oleh jalan raya yaitu Lombuyan I dan II. Lombuyan I dengan luas 2.093 Ha yang terletak antara 00 43’ 41’’- 00 51’ 44’’ LS dan 1220 54’ 25’’ BT, batas-batasnya:  

-       Sebelah Utara dengan Desa Poh.

-       Sebelah Selatan dengan Desa Komumu.

-       Sebelah Timur dengan Teluk Tamala.

-       Sebelah Barat dengan Hutan Produksi Tetap (HPT).

Lombuyan II dengan luas 976 Ha yang terletak 00 50’ 44’’ LS dan 1220 55’ 30’’ BT, batas-batasnya:         

-       Sebelah Utara dengan APL.

-       Sebelah Selatan dengan HPL.

-       Sebelah Timur dengan APL.

-       Sebelah Barat dengan APL.

Berdasarkan administrasi pemerintahan kawasan SM Lombuyan I termasuk dalam wilayah Kecamatan Luwuk dan Lombuyan II termasuk dalam Kecamatan Pagimana, Kabupaten Dati II Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan menurut wilayah pengelolaan termasuk dalam wilayah SKW II Balai KSDA Sulawesi Tengah.

2. Tanah

Berdasarkan Peta Tanah Provinsi Sulawesi Tengah yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Program Bogor termasuk jenis tanah komplek soil. Struktur tanah adalah berpasir campur tanah liat sampai berbatu-batu.

3. Iklim

Sulawesi Tengah umumnya secara tetap dipengaruhi oleh 2 (dua) macam musim yaitu: Musim Barat yang kering dan Musim Timur yang basah. Musim Barat (kering) terjadi sekitar Bulan Oktober sampai April yang ditandai dengan kurangnya curah hujan, sedangkan Musim Timur (basah) terjadi sekitar Bulan April sampai Oktober yang ditandai dengan naiknya curah hujan. Suaka Margasatwa Lombuyan beriklim A (menurut Schmit dan Ferquson).

Data tersebut dapat diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika Bubung Luwuk dan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

 

Tabel 1. Iklim sekitar Bulan Oktober – April dan April – Oktober tahun 1998/1999

No

Iklim

Bulan

Oktober- April

April – Oktober

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Suhu udara maksimum

Suhu udara minimum

Suhu udara rata-rata

Kelembaban udara rata-rata

Curah Hujan

Jumlah hari hujan

Kecepatan angin

Arah angin terbanyak

Kecepatan angin terbesar

30,06oc - 33,06 oc

24,54oc – 25,10oc

27,07oc – 28,04oc

77,00 % - 81,00 %

65 – 224 mm

17 – 25

3 – 4 knot

270oc – 290oc

11 – 35 knot

28,06oc - 30,05 oc

23,60oc – 25,10oc

26,00oc – 27,08oc

74,00 % - 82,00 %

28 – 151 mm

14 – 25

3 – 6 knot

180oc – 280oc

13 – 24 knot

Sumber: BPS Kabupaten Banggai (1999)

4Geologi

Berdasarkan data geologi Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa kawasan SM Lombuyan termasuk Batuan Neogen Basah dan sebagian kecil merupakan Batuan Neogen Basah sesuai analisa yang dikeluarkan Direktorat Bina Program Bogor.

5. Topografi

Topografi SM Lombuyan datar sampai berbukit dengan kemiringan 0% - 60% dan ketinggian 0 - 2.500 m dpl. 

6Hidrologi

Lokasi SM Lombuyan hanya memiliki satu sungai yang bertahan di musim kemarau. Lebar sungai antara 3 - 6 m dengan kedalaman antara 0,5 - 1 m. Aliran  sungai ini juga dipakai oleh masyarakat sebagai sarana air bersih.

Kawasan SM Lombuyan sebagian besar termasuk pegunungan, perbukitan dan lembah-lembah yang sangat sempit disertai alur–alur sungai yang pada musim kemarau mengalami kekeringan. Sungai Salodik adalah terletak antara batas kawasan SM lombuyan dan Hutan Produksi Tetap (HPT). Sungai ini merupakan salah satu sumber air minum penduduk Desa Salodik. Selain berfungsi sebagai sumber air juga dipakai untuk mengairi perkebunan masyarakat di Desa Salodik.

Aliran Sungai Salodik merupakan salah satu obyek wisata terhadap masyarakat sekitar (pemandian) sebagai tempat rekreasi bahkan juga masyarakat dari Kota Luwuk, sungai tersebut apabila dikelola dengan baik maka merupakan salah satu obyek wisata yang menarik.

B.  Potensi Biologi

1Potensi Flora

Kawasan SM Lombuyan ini terbagi dalam dua bagian, Lombuyan I seluas 2.093 Ha dan Lombuyan II seluas 976 Ha. Kedua lokasi tersebut terpisah dan tidak berjauhan yang dibatasi oleh Desa Salodik. Kawasan Lombuyan I ditutup dengan beranekaragam jenis pohon dan sama sekali tidak terdapat padang. Lombuyan I didominasi dengan jenis-jenis Palapi (Heritera sp.), Kala-kala (Albizzia lebbek), Kuku (Moluccana), Beringin (Ficus sp.), Siuri (Solenocarpus philiplensis), Mangga hutan (Mangifera indica), Cempaka (Elmerillia ovali), Kemiri (Elevrites moluccana), Dana-dana (Canarium sp.), Matoa (Pometia pinnata), Dao  (Dracontomelon dao), Ketapang (Terminalia catappa), Nautu (Palapuis sp.), dan lain-lain.

2Potensi Fauna

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 750/ Kpts/Um/1974 tanggal 28 Desember 1974 di mana SM Lombuyan ditetapkan sebagai perlindungan Anoa dan Rusa. Selain satwa tersebut juga terdapat satwa lain yang ada dalam kawasan SM Lombuyan sebagai fauna endemik Sulawesi Tengah. Adapun jenis-jenis yang ada di kawasan SM Lombuyan antara lain Rangkong (Pithiceros cassidix), Nuri Sulawesi (Tanygnathus sumatranus), Biawak (Varanus salvator), Ular (Phyton sp.), Monyet hitam (Macaca tonkeana), dan Tarsius (Tarsius spectrum).

 

Oleh : Siti Wulandari (Calon PEH )

        NIP. 19941119 201402 2 001