Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah


Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/bksdasul/public_html/xsetup/koneksi.php on line 8
Slide Taman Wisata Alam Wera
Slide Habitat Maleo di Desa Taima
Slide
Slide Danau Poso
Slide


SUAKA MARGASATWA PULAU DOLANGON

PROVINSI SULAWESI TENGAH

 

1. Nama Kawasan : SUAKA MARGASATWA PULAU DOLANGON

 

2. Pengelola Kawasan :

-     Resort VIII Dolangan

-     Seksi Konservasi Wilayah

-     Balai konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tengah

 

3. SK Penunjukan/penetapan :

Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 441/Kpts/Um/5/1981 tanggal 21 Mei 1981 tentang Penunjukan Areal Hutan Pulau Dolangan seluas ± 462,5 Ha yang terletak di Daerah Tk.II Buol Tolitoli, Daerah TK.I Sulawesi Tengah sebagai kawasan hutan dengan fungsi sebagai Suaka Margasatwa.

 

4. Luas (Ha) : 462,50  Ha.

 

5. Letak administratif,  Letak Geografis dan Batas  wilayah :

 

Administrasi : menurut wilayah administratif termasuk dalam Desa Santigi (Dusun Torogusung) Kecamatan Toltoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah yang berjarak ± 70 Km dari Ibu Kota Kabupaten di Tolitoli.

 

Secara Geografis terletak 12o52’52” - 12o53’31” Bujur Timur dan antara 1o21’28” - 1o22’32” Lintang Utara.

 

Batas-batas kawasan :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi yang sekaligus berbatasan dengan Negara Filipina;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Dusun Torogusung;
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Santigi;
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Lingadan.

 

6. Sejarah Kawasan :

  • Surat Gubernur KDH Tk. I Sulawesi Tengah tanggal 26 Juli 1979 Nomor : 1750/EK.580/1979.
  • Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 441/Kpts/Um/5/1981 tanggal 21 Mei 1981 tentang Penunjukan Areal Hutan Pulau Dolangan seluas ± 462,5 Ha yang terletak di Daerah Tk.II Buol Tolitoli, Daerah TK.I Sulawesi Tengah sebagai kawasan hutan dengan fungsi sebagai Suaka Margasatwa.
  • Batas sementara diatas peta Suaka Margasatwa Pulau Dolangan tersebut adalah 500 (limaratus) meter dari batas air surut terendah.

 

7. Topologi :

Suaka Margasatwa Pulau Dolangon dengan ketinggian 0 – 300 m dpl dengan persen kemiringan lahan rata-rata < 2 meter dan relief < 2 meter.

 

8. Geologi :

Suaka Margasatwa Pulau Dolangon memiliki formasi geologi PRT (Pulau Rotan) dengan luas 462,5 Ha yang terdiri dari batu dan pulau-pulau karang (b53). Jenis batuan atau mineral yang dominan adalah batu karang dengan tekstur agak kasar/berbatu (peta system lahan/ kesesuaian lahan). Formasi geologi tersebut merupakan Formasi Pantai yang berasal dari endapan laut.

 

9. Tanah :

Jenis tanah yang ada di Suaka Margasatwa Pulau Dolangon adalah Alluvial khususnya pada daerah hutan Mangrove yang selalu tergenang air laut.

 

Pada bagian lainnya jenis tanah didominasi oleh Podsolik dan Pasir. Jenis tanah Podsolik didominasi oleh material Quarta yang rendah lempungnya, berdrainase baik dan menyimpan air dalam waktu lama. Podsolik disebut juga spodsol biasanya terdiri dari sebagian besar endapan pasir dengan warna abu-abu gelap pada lapisan atasnya, lapisan bawahnya (Horizon B) berwarna abu-abu lebih gelap lagi.

 

10. Hidrologi :

Kawasan Suaka Margasatwa Pulau Dolangon tidak dijumpai adanya sungai, yang terdapat di dalam kawasan hanya rawa air asin, dimana air laut masuk kedalam rawa tersebut melalui celah-celah batu karang pada saat air pasang. Tidak dijumpainya aliran sungai dalam kawasan ini disebabkan oleh terbentuknya Pulau Dolangon ini dari bantuan endapan yang muncul kepermukaan dan pulau tersebut tidak terlalu luas.

 

11. Iklim :

Kondisi iklim di Pulau Dolangon, menurut Schimdt dan Ferguson, yang didasarkan pada perbandingan bulan kering (0-60 mm) sebulan dengan bulan basah (lebih dari 100mm) sebulan termasuk wilayah bertipe iklim A dengan curah hujan rata-rata tertinggi adalah 434 mm/bulan pada bulan Agustus suhu udara rata-rata maksimum terendah yaitu 30,60°C dan suhu maksimum tertinggi mencapai 31,40°C pada bulan April.

 

Sedangkan suhu maksimum rata-rata 23,30°C dengan batas terendah 22,10°C pada bulan Maret. Kelembaban udara mencapai angka 86% dalam kurun waktu lima tahun.

 

12. Tipe Ekosistem :

Tipe hutan dan ekosistem yang ada yaitu Ekosistem Hutan Hujan, Ekosistem Pantai, Ekosistem Hutan Bakau atau Mangrove, dan Ekosistem Padang Lamun.

 

13. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat setempat :

 

Tabel. Data desa-desa di sekitar Kawasan SM Pulau Dolangon

No

DESA

KECAMATAN

JUMLAH PENDUDUK (Jiwa)

LUAS (Km2)

KEPADATAN (Jiwa/ Km2)

1

Santigi

Tolitoli Utara

1.360

66

21

2

Laulalang

Tolitoli Utara

2.999

62

48

3

Kapas

Dako Pamean

1.165

42

28

4

Lingadan

Dako Pamean

2.172

77

28

JUMLAH TOTAL

7.696

247

65

Sumber : BPS Kabupaten Tolitoli Tahun 2009

 

14. Potensi Fauna :

Fauna yang terdapat di SM Pulau Dolangan yaitu Kakatua putih (Cacatau sulphurea), Elang laut (Permis celebensis), Ikan duyung (Dugong dugong),  Burung gosong (Megacephalon cumingi), Kuntul putih (Egretta alba), Kum-kum putih (Ducula luctuosa), Pecuk ular (Anhinga melanogaster), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Bekicot tak berumah (Gastropoda), ketam kenari (Birgus latro), kea/ kakatua hijau (Tanygnatus sumatranus), nuri sulawesi (Trichoglossus ornatus), biawak (Varanus salvator), tokek (Gecko gecko), bunglon (Calotes cristatellus).

 

15. Potensi Flora :

Flora yang terdapat di SM Pulau Dolangan yaitu Kayu bayam atau Merbau (Intsia bijuga), Sengon laut (Albizzia falcataria), Santigi (Pempis acidula), dan Kalombe (Anthocephalus sp.), kayu bakau (Rhyzophora sp., Baringtonia sp., Avicenia sp dan sonneratia sp.), berbagai jenis anggrek (Orchidaceae), sengon laut (Falcataria mollucana), Jambu-jambuan (Eugenia sp.), mandarahan (myrysticaceae sp.), Anggrek Vanda tiga warna yang endemik di Sulawesi (Vanda tricolor), kayu tanjung (mimosoup sp.), beringin (Ficus benjamina), nyamplung (Callophylum inophyllum), waru laut (Hibiscus teliaseus), lemo-lemo (Citrus sp.), pute laa (Xylopia sp.), pute (Gmelina palawensis) serta beberapa jenis palma seperti pakis haji (Cicas rhumpii), nipa (Nypa fruticans).

 

16. Potensi dan Kegiatan Wisata Alam :

Potensi wisata di Kawasan Suaka Margasatwa Pulau Dolangon yang dapat dipromosikan dalam satu paket wisata alam terbatas yaitu sebagai tempat kegiatan rekreasi terbatas yang sifatnya untuk tujuan wisata ilmiah (biologi) seperti pendidikan dan pengamatan burung (Bird Watching) selain itu wisata bahari seperti pengamatan biota laut dengan berperahu, berenang dan menyelam. Pada saat air laut surut perairan sekitar pulau dolangon dapat dilalui dengan berjalan kaki dari Dusun Torogusung ke Pulau Dolangon dengan waktu tempuh ± 1,5 jam sambil mengamati karang dan biota laut .

 

17. Fasilitas Wisata : -

 

18. Atraksi Sosial Budaya :

Dengan budaya Suku Bajo yang tetap mereka pertahankan yaitu dengan tetap memanfaatkan laut sebagai sumber penghasilan utama, merupakan kendala bagi perkembangan kemajuan masyarakat untuk menuju kemamkmuran, misalnya anak-anak usia sekolah tidak dibiasakan mengenyam pendidikan di bangku sekolah tetapi diharuskan ikut melaut mencari ikan, menjual ikan atau membuat ikan asin.

 

19. Aksesibilitas :

Kawasan Suaka Margasatwa Pulau Dolangon, terletak ± 70 km dari Tolitoli (Ibukota Kabupaten), Desa Santigi, Dusun Torogusung (± 5 km) dari Desa Lingadan (Kec. Dako Pamean).

 

Untuk mencapai kawasan ini dapat ditempuh melalui jalan darat atau laut dari Kota Tolitoli. Dengan kondisi jalan darat yang baik maka jarak tempuh ke Desa Santigi 1,5 jam dengan kendaraan roda 4 (empat) atau roda 2 (dua) atau melalui laut dengan menggunakan perahu bermesin tempel (10 PK atau 25 PK). Kemudian dilanjutkan dengan perahu bermesin tempel menuju Pulau Dolangon ± 10 menit atau dapat pula dengan berjalan kaki pada waktu air surut (Pkl. 12.00 WITA) dengan waktu tempuh 1,5 jam.

 

Aksesibilitas dapat dinilai dengan membandingkan jumlah jalan masuk menuju kawasan dan jumlah desa terdekat ke lokasi. Jumlah jalan masuk menuju kawasan ada 4 (Empat) jalan yaitu jalan dari Desa Santigi, Desa Lingadan, Desa Kapas dan Desa Laulalang. Jumlah desa terdekat ke lokasi Suaka Margasatwa sama dengan nama-nama desa tersebut diatas secara berurutan dari yang terdekat yaitu Desa Santigi, Desa Laulalang (ibukota Kecamatan Tolitoli Utara), Desa Lingadan (ibukota Kecamatan Dako Pamean) dan Desa Kapas.

 

20. Penataan Blok : -

 

21. Rencana Pengelolaan :

Rencana Pengelolaan Suaka Margasatwa Pulau Dolangan Periode 1 April 1998 s/d. 31 Maret 2023 Kabupaten Dati II Buol Tolitoli Propinsi Dati I Sulawesi Tengah

 

22. Desain Tapak pada Zona/Blok Pemanfaatan : -

 

23. Jalur Interprestasi Wisata Alam : -

 

24. Paket Wisata : -

 

25. Potensi Gangguan Kawasan :

-       Aktifitas nelayan di sekitar SM Pulau Dolangan yang dapat mengganggu kenyaman burung untuk bertelur.

-       Perburuan telur burung maleo, burung gosong dan penyu.

-       Perburuan satwa yang dilindungi untuk konsumsi masyarakat seperti ketam kenari dll.

 

26. Alamat Kantor :

-     Resort VIII Dolangan

Desa Santigi Kec. Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli

-     Seksi Konservasi Wilayah I – Pangi

Jln. Trans Sulawesi Desa Toboli Barat Kec. Parigi Utara Telp. -

-     Balai Konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tengah

Jln. Prof. Moh. Yamin No. 19 Palu      Telp./ Fax. (0451)-481106

 

27. Branding dan Maskot Kawasan : Burung Maleo (Macrocephalon maleo)